Uncategorized

Rahasia kesunyian

Ada 3 rahasia di setiap manusia yang tidak akan di ceritakan siapapun kecuali pada Tuhannya. Tapi gadis ini tidak, dia punya seribu rahasia. Bukan dia yg pandai menyembunyikan. Tapi rahasia itu yang pandai bersembunyi di balik sunyi.

#Z

Advertisements
Uncategorized

Sisi lain

Sedang berada di tengah laut. Nahkoda ku entah dimana? Haiiii… ada badai disini. Ah aku tau, dia sedang berusaha menenangkan kapal pesiar ini. 

Aku hanya perlu diam di samping kapal, menikmati badai. Nikmat? Sungguh itu bukan kata yang tepat. Tapi aku harus tetap berada disini hingga saatnya tiba. 

Saat yang aku tunggu, saat nahkoda dan para awak kapal membuatku menjadi berguna. Aku sepertinya bahagia di atas kebahagiaan orang lain. Tidak! Tidaak! Aku tidak boleh seegois itu. Mengapa aku malah memikirkan hal itu ketika semua sedang gelisah menerjang badai?

Lebih baik aku berdoa agar badai ini berhenti, agar kapal pesiar mewah jua tak merajuk. 

Sang mentari menampakkan sinarnya. Pagi ini semua awak kapal berteriak membangunkanku. Yah, benar saja badai sudah terlewati. Aku tersenyum kecil melihat sorak sorak para awak kapal.

Senyumanku berubah ketika melihat nahkoda terlihat bahagia bersama kapal pesiar kesayangannya. Ah, aku cemburu melihatnya.

Sungguh sakit. Seketika rasa sakit itu makin bertambah, teringat kapal pesiar ini memang sudah takdirnya. Aku hanya sekoci, iya sekoci yang akan di ingat nahkoda ketika kapalnya sudah tak lagi dapat di gunakan. 

Iya, aku memang hanya sekoci.
Bunga lily, 2016

Uncategorized

Candu Sepi Dini Hari

14 Oktober 2015. 

Dini hari, waktu dimana sepi menjadi candu. 

Kau tahu apa tentang sepi? Bahkan kau hanya merasakan sedikit makna sepi itu.

Coba dengar, rasa, sentuh, dan hirup. Sepi itu lebih dari yang kau tahu.

Aroma nya sungguh memikat, senikmat aroma secangkir kopi pekat.

Sedikit sentuhan membuat candu sendu. 

Kembali otak akan beradu dengan hati. Beku,

Dengan langkah pelan, tetesan air mata jatuh. Candu telah di mulai.

Bisu, beku. Pecandu telah hanyut dalam gelap waktu pagi. 

Surya, pesanku jangan dulu berdiri. Masih ada seonggok kisah yang ingin ku beri pada sepi gelap pagi.
Dari pecandu sepi.

Uncategorized

Singkat Cerita Setengah Hari

2 Agustus 2015, hari Senin. 

Kali ini sudah kesekian kalinya aku mangkir dari kantor tempat aku magang. Bukan karena sengaja bolos, tapi karena sedang sakit dan harus kontrol ke rumah sakit. Yah lupakan hal itu, karena hari ini aku hanya ingin bersenang senang dengan duniaku sendiri. Mengapa? Karena hari ini mungkin bukan hari pertama aku merasakan sedih, suntuk, gundah dan teman temannya yg sering disebut dengan galau. 

Hari ini jujur saja aku tidak ingin lagi terpuruk dalam hal hal itu. Aku bosan, maka dari itu aku mencoba kembali ke rutinitasku yang sejak dulu aku lakukan, yaitu mendatangi cafe salah satu mall di kotaku yang kebetulan sangat dekat dengan rumahku. Aku mulai memesan sesuatu dan duduk di sofa kecil. Aku buka tas merah yang biasa aku bawa ke kampus, dan mengeluarkan beberapa barang favoritku yaitu buku, handphone dan headset. Disitu aku mulai memasang kabel putih ke salah satu ponselku dan aku sambungkan ke playlist lagu favoritku. Aku ambil buku yang di dalamnya berisi tentang kepemimpinan yang baik, buku yang di pinjamkan oleh pimpinanku di kantor tempatku magang karena buku tersebut sesuai dengan skripsi yang aku kerjakan, yah kemudian aku membaca tulisan berbahasa inggris itu dengan santainya sambil menikmati pesanan makanan kecilku. 

Cukup lama aku membaca, aku keluarkan notebook hitamku dan mulai menyalakan blog ini. Sebelum aku mulai menulis blog, aku melihat beberapa orang yang berlalu lalang di mall dan para pegawai cafe yang sibuk membuat kue dan melayani pelanggan. Ku tarik nafasku perlahan lahan, yaa aku menikmati sekali suasana ini. Sendiri bukan berarti aku harus berdiam diri di dalam kamar karena penyakitku. Aku masih bisa melakukan hal ini sekarang tanpa dia, tanpa siapa pun. Ku rasakan sesuatu bergetar, ternyata jantung di tubuhku. Sepertinya ia merasakan kesepian hingga ia berontak berdebar debar. Oh Tuhan, buatlah ia mengerti bahwa aku pun juga merasakannya tapi aku berusaha untuk tetap tenang. 

Aku mulai menulis dan menuangkan segalanya disini. Biasanya aku selalu membawa diary yang sering aku torehkan keseharianku. Tapi aku lupa membawanya, ya sudahlah aku tidak tahan ingin menulisnya di blog. Setelah beberapa kalimat yang aku tulis rasanya aku ingin sekali melihat film di bioskop mall ini. Teringat seseorang yang berjanji  mengajakku menonton film baru hari ini, ah sudahlah lupakan mungkin dia sedang bahagia saat ini tanpaku. Lalu mengapa tidak denganku? Aku pun juga akan bahagia hari ini, hari esok dan seterusnya. Sudah dulu ya, aku akan membaca buku lagi dan menghabiskan kue di mejaku. Selamat bersenang-senang 🙂

Uncategorized

Merintih Sejenak

Aku hampir gila atau mungkin sudah gila selama ini? Entah kenapa terkadang aku merasa aku ingin sekali menertawakan kehidupanku, tapi terkadang juga ingin menangis berteriak menarik mahkota hitam sebahuku. Mungkin orang lain melihatku dari tampak luar adalah sosok yang riang, jenaka penuh tawa dilengkapi keusilan dan kekonyolanku bertingkah. Namun, coba tengok dari sisi lainku semua akan melihat bagaimana usahaku untuk tetap kuat, bagaimana aku ketika badai menerpa. Mungkin terlihat sedikit hiperbola, tapi memang itulah yang aku rasakan. 

Sekarang lupakan hal itu, saat ini aku ingin bertanya pada kalian. Pernahkah kalian tidak mempercayai satu orang pun di dunia ini? Bagaimana rasanya ketika kita menghadapi masalah lalu tidak ada yang bisa kita percayai? Jika aku kalian, maka jawabku adalah pernah dan aku akan serahkan itu semua pada Tuhanku, walaupun itu akan merubahku menjadi sosok yang dingin, angkuh dan acuh tak acuh tapi setidaknya hati ini tenang. 

Sekian. 

Uncategorized

Resah

Membeku, terpaku dengan heningnya malam dan seketika aliran air hangat dari mata mengalir. Perlahan aliran tersebut menjadi begitu deras, oh tangisan itu. Entah apa yang menjadi penyebabnya. Ah, mungkin terlalu banyak beban yang selama ini di pikul sendirian atau mungkin hanya sebatas merasa sendiri; sepi. 

Tangisan itu mengering, dan mulai mendongak ke atas melihat bintang bintang yang seakan paham. Tiba-tiba krakkk, suara itu? Memecah lagi tangisannya; sesak. Pandangannya ke langit menandakan harapan akan sebuah angin segar, namun aliran deras air mata itu kian menjawab bahwa itu hanya harapan dan sebuah doa yang belum terjawab.

Uncategorized

Hai

“Suatu hari di taman penuh bunga ku lihat sosok yang tak asing bagiku, ternyata dia seseorang yang selama 2 tahun ini menemaniku. “Hai sayang” sapaku lirih, kupeluk ia dari belakang namun seketika lamunan indah itu hilang. Ternyata itu hanya sebatas lamunan yang terbuat atas dasar rindu. Lucu, rindu ini tak pernah habis untuknya. Rindu yang begitu hebat, bukan sekedar rindu ingin bertemu namun rindu akan dirinya yang dulu.
Andai rindu ini dapat meluluhkan perubahan yang tidak bisa aku terima, senyumku mungkin akan tumbuh dan air mataku ini akan turun sebagai air mata kebahagiaan.” – Hati