Sisi lain

Sedang berada di tengah laut. Nahkoda ku entah dimana? Haiiii… ada badai disini. Ah aku tau, dia sedang berusaha menenangkan kapal pesiar ini. 

Aku hanya perlu diam di samping kapal, menikmati badai. Nikmat? Sungguh itu bukan kata yang tepat. Tapi aku harus tetap berada disini hingga saatnya tiba. 

Saat yang aku tunggu, saat nahkoda dan para awak kapal membuatku menjadi berguna. Aku sepertinya bahagia di atas kebahagiaan orang lain. Tidak! Tidaak! Aku tidak boleh seegois itu. Mengapa aku malah memikirkan hal itu ketika semua sedang gelisah menerjang badai?

Lebih baik aku berdoa agar badai ini berhenti, agar kapal pesiar mewah jua tak merajuk. 

Sang mentari menampakkan sinarnya. Pagi ini semua awak kapal berteriak membangunkanku. Yah, benar saja badai sudah terlewati. Aku tersenyum kecil melihat sorak sorak para awak kapal.

Senyumanku berubah ketika melihat nahkoda terlihat bahagia bersama kapal pesiar kesayangannya. Ah, aku cemburu melihatnya.

Sungguh sakit. Seketika rasa sakit itu makin bertambah, teringat kapal pesiar ini memang sudah takdirnya. Aku hanya sekoci, iya sekoci yang akan di ingat nahkoda ketika kapalnya sudah tak lagi dapat di gunakan. 

Iya, aku memang hanya sekoci.
Bunga lily, 2016

14 Oktober 2015. 

Dini hari, waktu dimana sepi menjadi candu. 

Kau tahu apa tentang sepi? Bahkan kau hanya merasakan sedikit makna sepi itu.

Coba dengar, rasa, sentuh, dan hirup. Sepi itu lebih dari yang kau tahu.

Aroma nya sungguh memikat, senikmat aroma secangkir kopi pekat.

Sedikit sentuhan membuat candu sendu. 

Kembali otak akan beradu dengan hati. Beku,

Dengan langkah pelan, tetesan air mata jatuh. Candu telah di mulai.

Bisu, beku. Pecandu telah hanyut dalam gelap waktu pagi. 

Surya, pesanku jangan dulu berdiri. Masih ada seonggok kisah yang ingin ku beri pada sepi gelap pagi.
Dari pecandu sepi.

Singkat Cerita Setengah Hari

2 Agustus 2015, hari Senin. 

Kali ini sudah kesekian kalinya aku mangkir dari kantor tempat aku magang. Bukan karena sengaja bolos, tapi karena sedang sakit dan harus kontrol ke rumah sakit. Yah lupakan hal itu, karena hari ini aku hanya ingin bersenang senang dengan duniaku sendiri. Mengapa? Karena hari ini mungkin bukan hari pertama aku merasakan sedih, suntuk, gundah dan teman temannya yg sering disebut dengan galau. 

Hari ini jujur saja aku tidak ingin lagi terpuruk dalam hal hal itu. Aku bosan, maka dari itu aku mencoba kembali ke rutinitasku yang sejak dulu aku lakukan, yaitu mendatangi cafe salah satu mall di kotaku yang kebetulan sangat dekat dengan rumahku. Aku mulai memesan sesuatu dan duduk di sofa kecil. Aku buka tas merah yang biasa aku bawa ke kampus, dan mengeluarkan beberapa barang favoritku yaitu buku, handphone dan headset. Disitu aku mulai memasang kabel putih ke salah satu ponselku dan aku sambungkan ke playlist lagu favoritku. Aku ambil buku yang di dalamnya berisi tentang kepemimpinan yang baik, buku yang di pinjamkan oleh pimpinanku di kantor tempatku magang karena buku tersebut sesuai dengan skripsi yang aku kerjakan, yah kemudian aku membaca tulisan berbahasa inggris itu dengan santainya sambil menikmati pesanan makanan kecilku. 

Cukup lama aku membaca, aku keluarkan notebook hitamku dan mulai menyalakan blog ini. Sebelum aku mulai menulis blog, aku melihat beberapa orang yang berlalu lalang di mall dan para pegawai cafe yang sibuk membuat kue dan melayani pelanggan. Ku tarik nafasku perlahan lahan, yaa aku menikmati sekali suasana ini. Sendiri bukan berarti aku harus berdiam diri di dalam kamar karena penyakitku. Aku masih bisa melakukan hal ini sekarang tanpa dia, tanpa siapa pun. Ku rasakan sesuatu bergetar, ternyata jantung di tubuhku. Sepertinya ia merasakan kesepian hingga ia berontak berdebar debar. Oh Tuhan, buatlah ia mengerti bahwa aku pun juga merasakannya tapi aku berusaha untuk tetap tenang. 

Aku mulai menulis dan menuangkan segalanya disini. Biasanya aku selalu membawa diary yang sering aku torehkan keseharianku. Tapi aku lupa membawanya, ya sudahlah aku tidak tahan ingin menulisnya di blog. Setelah beberapa kalimat yang aku tulis rasanya aku ingin sekali melihat film di bioskop mall ini. Teringat seseorang yang berjanji  mengajakku menonton film baru hari ini, ah sudahlah lupakan mungkin dia sedang bahagia saat ini tanpaku. Lalu mengapa tidak denganku? Aku pun juga akan bahagia hari ini, hari esok dan seterusnya. Sudah dulu ya, aku akan membaca buku lagi dan menghabiskan kue di mejaku. Selamat bersenang-senang🙂

Merintih Sejenak

Aku hampir gila atau mungkin sudah gila selama ini? Entah kenapa terkadang aku merasa aku ingin sekali menertawakan kehidupanku, tapi terkadang juga ingin menangis berteriak menarik mahkota hitam sebahuku. Mungkin orang lain melihatku dari tampak luar adalah sosok yang riang, jenaka penuh tawa dilengkapi keusilan dan kekonyolanku bertingkah. Namun, coba tengok dari sisi lainku semua akan melihat bagaimana usahaku untuk tetap kuat, bagaimana aku ketika badai menerpa. Mungkin terlihat sedikit hiperbola, tapi memang itulah yang aku rasakan. 

Sekarang lupakan hal itu, saat ini aku ingin bertanya pada kalian. Pernahkah kalian tidak mempercayai satu orang pun di dunia ini? Bagaimana rasanya ketika kita menghadapi masalah lalu tidak ada yang bisa kita percayai? Jika aku kalian, maka jawabku adalah pernah dan aku akan serahkan itu semua pada Tuhanku, walaupun itu akan merubahku menjadi sosok yang dingin, angkuh dan acuh tak acuh tapi setidaknya hati ini tenang. 

Sekian. 

Membeku, terpaku dengan heningnya malam dan seketika aliran air hangat dari mata mengalir. Perlahan aliran tersebut menjadi begitu deras, oh tangisan itu. Entah apa yang menjadi penyebabnya. Ah, mungkin terlalu banyak beban yang selama ini di pikul sendirian atau mungkin hanya sebatas merasa sendiri; sepi. 

Tangisan itu mengering, dan mulai mendongak ke atas melihat bintang bintang yang seakan paham. Tiba-tiba krakkk, suara itu? Memecah lagi tangisannya; sesak. Pandangannya ke langit menandakan harapan akan sebuah angin segar, namun aliran deras air mata itu kian menjawab bahwa itu hanya harapan dan sebuah doa yang belum terjawab.

Tips Agar Terhindar dari Tukang PHP

Pemberi Harapan Palsu yang biasanya disebut PHP itu sangat mengusik hati, kalo menurut saya gak ada tuh yang namanya PHP adanya Kegeeran. Oke tapi itu hanya segelintir pendapat dari saya. Berikut tips buat kalian agar terhindar dari makhluk tukang PHP😀
1. JANGAN KEPO!
Kepoin kehidupannya dia bikin kegeeran lebih bertambah, stalkerin akun sosmednya misal. Pasti disaat kalian stalking di semua akun sosmednya, disaat doi update status ambigu atau bermakna ganda bisa di pastiin kalian bakalan kepo yang berhujung sok perhatian. Dan perhatian merupakan awal dari PHP!
2. Slow Respon ajaa
Kenapa harus slow respon? soalnya dengan kalian slow respon maka si doi yang bakal jadi tukang PHP bisa jadi dia akan pergi atau dia akan mengejar kalian karena penasaran. Nah kalo mereka lebih milih pergi berarti mereka memang bukan yang terbaik utk kalian😉

3. Jangan Bikin KODE-KODE gak jelas.
Why? Karena gak semua kode bisa diterjemahkan dengan baik. Salah-salah mereka bakal makin ngephp, ngasih perhatian lebih trs di tinggal deh.

4. Ditembak? Tes dulu deh
Jangan asal nerima kalo di tembak sm cowok buat yg ladies nih, coba tes dulu lah. Ya minimal 90 hari deh, kalo dia kabur ya udah dia gak lolos tes dan harus kalian buang jauh2 tuh cowok dari list calon pacar/suami. Testnya mulai dari hal kecil, coba tanyakan ke para cowok tsb “Apa tujuan jangka pendek, dan jangka panjang hidup km?” Dari situ kita bisa nilai bagaimana keseriusan dia sama kita. Buat cowok bisa nih di coba juga, jadi jgn asal suka sama suka aja ya. Think Smart guys!😉

Sekian Tips dari saya, semoga bermanfaat xoxo

Hai

“Suatu hari di taman penuh bunga ku lihat sosok yang tak asing bagiku, ternyata dia seseorang yang selama 2 tahun ini menemaniku. “Hai sayang” sapaku lirih, kupeluk ia dari belakang namun seketika lamunan indah itu hilang. Ternyata itu hanya sebatas lamunan yang terbuat atas dasar rindu. Lucu, rindu ini tak pernah habis untuknya. Rindu yang begitu hebat, bukan sekedar rindu ingin bertemu namun rindu akan dirinya yang dulu.
Andai rindu ini dapat meluluhkan perubahan yang tidak bisa aku terima, senyumku mungkin akan tumbuh dan air mataku ini akan turun sebagai air mata kebahagiaan.” – Hati

Goresan dan tulisan

Mifta Husna Zsazsa Ayu

Ini tulisanku, tulisan buat kamu, tulisan yang aku tulis dari hati.
Bukan sekedar goresan tinta di atas kertas.
Tapi juga semua goresan luka yang aku tumpahkan dalam tulisan.
Hanya dalam tulisan ini aku bisa menumpahkan semua.
Yaah semua isi hatiku tentunya.
Mungkin terlihat sok puitis, tapi ini yg keluar dari hati.
Dari hati yang telah di ciptakan Tuhan.
Hati yang terbuat dari perasaan kasih sayang dan cinta.
Mudah rapuh, tak sekuat jangkar kapal pesiar.
Tuhan tau kapan hati itu akan di rubah sebagai jangkar kapal pesiar.
Hanya menunggu waktu, bukan mau berserah atau pasrah.
Tapi memang sudah kodrat manusia menunggu keputusan yang di atas.

Posted from WordPress for Android

View original post

Arti galau?

Bukan anak muda kalau nggak galau.
Ya terserah sih mau bilang apa yang jelas kalimat diatas bener adanya. Galau berakibat bosen hidup karena emang otaknya yang lagi konslet akhirnya kalut dan tidak terkontrol alhasil banyak orang yang bunuh diri karena galau.
Simple sih, orang galau obatnya cuma pelukan, kasih sayang yang tulus dan tuturan kata yang lembut (motivasi). Tapi di kalangan orang awam, orang yang sedang me ngalami gangguan hati dan jiwa (galau) mereka malah semakin di jatuhkan dengan berbagai kritikan pedas bahkan dihina. Itu malah semakin membuat hati dan batin seseorang yang galau sangat sakit.
Orang galau bukan berarti tidak memiliki pemikiran yang dewasa, hanya saja mereka sedang merasa terbebani oleh suatu permasalahan yang cukup berat hingga tdk dapat mengaplikasikan pemikiran dewasa menjadi sebuah perilaku yang dewasa pula.

*tulisan diatas berdasarkan pengalaman pribadi yang saya peroleh. Namun perlu di catat “sebuah pikiran yang dewasa tidak menentukan perilaku seseorang dapat berperilaku demikian. Karena kedewasaan berperilaku tergantung oleh lingkungan sekitarnya